MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI CERITA DAN PUISI: PAGI-PAGI MENUNGGU PENJUAL NASI
DENGAN SASTRA KITA BERBAGI RASA

Rabu, 28 April 2010

PAGI-PAGI MENUNGGU PENJUAL NASI

mbok tua penjual nasi
datanglah lekas kau kemari
apakah kau tak mengerti
di langit timur mentari kian merambat tinggi?

mbok tua penjual nasi
tak sabar kiranya kumenunggumu kemari
jangan lama-lama engkau di seberang sana
bisa terlambat nanti sekolahku tiba

mbok tua penjual nasi
datanglah besok lebih awal lagi
agar secepatnya perutku terisi nasi
tak seperti pagi ini
kosong melompong
lapar menemaniku belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar